cerpen yadhi rusmiadi jashar
"Aku bukan pecundang!!!" ujarku lantang di suatu rembang petang saat gemawan berarak pulang.
"Hehehehe, hidupmu selalu dirundung kekalahan, dari detak ke detik dan hari membulan-bulani tahun, kau tetap saja selalu kalah. Grafik hidupmu terus menurun dari waktu ke waktu, hampir menembus titik nadir. Hah, kau selalu kalah. kalah... kalah..." ejek Saya. Amarah masih bisa kutahan, sebab kutahu Tuhan sangat sayang padaku.
"Ingat tanahmu yang tergusur yang membuatmu terdampar di belantara hutan kota metropolitan ini? Tanah yang sempat membuat hidupmu sedikit lapang itu kini menjadi pemukiman mati. Itu kekalahan pertamamu. Kau kalah... kalah ... kalah..." kembali Saya mengejekku. Sengit.
"Kawan, tanah itu tanah leluhur. Kau tentu tahu, unggangku, pemilik pertama tanah itu, mendapat gelar Pahlawan karena mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan tanah air ini. Hanya sekedar mengorbakan tanah seupil, untuk kompleks pemakaman pula, masak penuh perhitungan. Lagian tanah itu tidak digusur gratis." jawabku.
"Tapi kini kau tak punya tanah, toh. Tak punya lagi rumah dan ladang sayur yang juga ikut tergusur. Uang ganti ruginya lari kemana, hayo. Dan satu lagi kekalahanmu, istrimu minggat, anakmu tidak tahu sekarang di mana. Saya tidak yakin anakmu turut mantan istrimu. Jangan-jangan sudah dijual orang, jadi babu atau mungkin melacurkan diri... Duh... duh... duh... kalau ternyata benar, berapa banyak sudah kau menabung kekalahan. Kalah... kalah.... kalah." Saya mencecar dengan penuh sindiran. Amarahku sudah di ubun-ubun.
"Setiap manusia membawa nasibnya sendiri-sendiri. Tuhan penuh kasih. Hidup mereka sudah ada dalam garisanNya. Ingat kawan, Tuhan tak akan menimpakan cobaan pada suatu kaum melebihi batas kemampuannya, ngerti kamu."
"Selompret... Tuhan kau bawa-bawa untuk menutupi kekalahanmu. Makan nih, bau kentut. Kau kalah... kalah... kalah... pecundaaaang!!!!"
"Diam kau. Dalam hidup tak ada kalah atau menang. Semua yang dialami manusia adalah pencerahan. Jangan kau anjurkan aku meloncat dari jembatan Ampera menuju dasar Musi."
"Kalau tanah tak digusur, aku belum tentu bisa mengenal kota metropolitan ini. Aku akan tetap terjebak dalam hirup-pikuk desa kecil bagai katak dalam tempurung. Kalau istriku tak minggat dan anak-anakku tak lari, aku mungkin tak diajarkan bagaimana rasanya tak bertanggung jawab pada orang lain. Seperti saat di dusun dulu. Sekarang aku belajar bertanggung jawab pada diri sendiri. Hal yang dulu kuabaikan karena aku sibuk menanggungjawabi orang lain...."
"Hallllaaaah.... kutu kuprettt... Simpan semua pencerahan itu. Itu hanya pengalihanmu atas fakta kekalahan yang bertubi-tubi menerjangmu. Kamu pengen rumahmu yang dulu, kan? Kamu pengen kebun sayur yang digusur dulu, kan? Kamu pengen beristri lagi, kan? Haah..., Itu burung lama tergantung, bulukan, tau!!! Hahahahahaha.... kamu... kamu... dasar pecundang, banyak alasan," tawa Saya memecah awan berarak menjadi lima bagian. Empat bagian ngacir, terbirit lari meninggalkan satu bagian yang tergagau pakam.
"Sudahlah... hidupku aku yang menanggung, rumah suatu saat kumiliki lagi, beserta ladang sayur dan istri baru," suaraku sudah tak keras lagi. Lirih.
"Kapan, bro? Kapan? Hahahahaha... Menunggu matahari berada sejengkal dari kepala. Hahahaha." Saya terus mengusikku dengan ejekan-ejekan pedas.
Pedas dan pahit. Begitulah kenyataannya. Aku terpaksa harus membenarkan beberapa ejekan Saya. Mungkin benar Aku adalah pecundang sejati. Sejak dilahirkan, kemalangan selalu merundungku. Umakku meninggal selang beberapa jam kelahiranku. Bak lalu menitipkanku pada munting, istri dari adik ibu. Selama dalam pengasuhan munting, sampai meranjak dewasa, selama itu pula kerap aku menyaksikan perbalahan besar munting dan mangsak. Setelah dapat berpikir, aku kerap merasa akulah yang menjadi penyebab perbalahan mereka. Aku minggat, pulang ke rumah asal, rumah unggang yang didiami bak.
Aku menikah juga karena terpaksa. Eh, maksudnya dipaksa. Ceritanya, aku dijebak dan dipaksa menikahi gadis yang sudah bunting dua bulan. Ceritanya, malam itu aku bertandang ke rumahnya. Biasa, anak muda yang baru beranjak dewasa. Baru setengah jam ngobrol di ruang tamu, di luar rumah orang sudah ramai. Ada wak kadus juga. Aku lalu dibawa ke rumah wak kadus dan disuruh menandatangani surat perjanjian untuk menikahi gadis yang baru sekali kutemui. Aku dan bak tak dapat berbuat banyak mendapat desakan warga hampir separuh dusun. Akhirnya, aku mengawini gadis yang sudah bunting dua bulan! Jadilah dia istriku. Tapi, aku menerimanya dengan besar hati. lagi pula istriku tidak banyak tingkah, patuh, dan mampu mengambil hati bak yang mulai sakit-sakitan. Sebelum anak pertamaku lahir, bak sudah pulang.
Dalam hidup, satu-satunya kebahagiaan yang tak terkira dan kuanggap sebagai kemenangan adalah saat anak-anakku lahir.
Lahir. Tapi, jangan anggap pula kelahiran anak-anakku sebagai kekalahan. Ketiga anakku bernasib sama, tertahan di rumah sakit kabupaten dan keluar bukan dari lubang semestinya. Lahir lewat perut!!! Istriku pendarahan serius. Anakku tertahan karena biaya operasi kurang. Duh... Sampai masuk koran, lagi.
"Kenapa merenung," usik Saya lagi.
"Memikirkan segintir kemenangan yang pernah diraih?"
"Hhhhhh"
"Atau, kau ingin merasakan menang dengan mudah?
"Atau kau ingin melupakan tumpukan kekalahanmu?"
"Hahahahahahaha... Hidup jangan terlalu lurus, bung. Bengkok-bengkok sedikit ya tidak apa-apa." ujar Saya beruntun. Menghipnotisku.
"Ah, Tuhan ajari aku memaknai kekalahan. Hidup semakin sulit. Sehari kadang tak makan. Petak kost yang kusewa di 22 Ilir, keseringan telat bayarnya. Mulut ibu kost yang datang menagih terpengat-pengot meninggalkan gerutu sambil tak lupa menebarkan ancaman pengusiran. Becak yang baru kusewa kadang berlari mencong menghindari uberan Pol PP. Aku benar-benar terpuruk di sini. Tak ada yang bisa kulakukan untuk mengembalikan hidup seperti semula. Hanya azan dari Masjid Agunglah yang selalu mengelus dadaku. Melembutkan hati agar aku tak berbuat aneh dan nekat. Tapi, sampai kapan aku bisa bersabar dan ikhlas?" ujarku lirih tanpa suara.
"Hmmmm.... kawan, rupanya kau menyadari kekalahanmu. Kasihan. Tidak apa kawan. Aku bersamamu. Aku tahu apa yang berkecamuk di otak dan hatimu," kini suara Saya begitu lembut. Mendayu-dayu. Menggamit ruang hatiku yang sedari dulu memang telah ragu.
"Kawan... Hidup ini sulit dan berat. Kau hanya butuh secuil keberanian untuk mengembalikan hidupmu yang dulu. Belilah linggis dan obeng. Bila uang masih cukup, beli pula pemotong rantai."
"Ah, tidak. Aku tahu kau takkan punya keberanian untuk melakukan itu. Kau lihat puncak menara jembatan Ampera. Kau akan menemukan kebahagiaan di sana. Panjatlah kawan. Tuhan menunggumu di sana. Dia akan janjikan sebuah rumah dan istri yang cantik. Buatlah kontrak denganNya. Ya, di sana di ujung telunjuk Saya."
Aku memanjat salah satu menara kembar jembatan Ampera. Menuju puncak. Lalu angin bersiur kencang membuat rambut dan pakaianku melambai-lambai. Namun, di puncak menara, aku tak menemukan Tuhan. Aku hanya menemukan iblis yang tersenyum menawarkan perkawanan. Mukanya hitam, rambut jarang, kupingnya yang besar dan runcing sesekali saling bersentuhan dihembus angin kencang. Urat-urat yang membintat di matanya dan giginya yang taring semua, tak sedikitpun membuatku takut. Kukunya yang panjang kecoklatan mengimbangi tangannya yang melampai panjang. Senyumnya kembali mengembang, membujuk tanpa suara. Sementara di bawah menara jembatan Ampera, deru mobil dan motor mengeluarkan suara bising, terdengar jelas dari atas menara. Di sungai, ketek dan tongkang berlalu lalang membawa penumpang, hasil bumi, dan bahan bakar minyak oplosan. Menyeberang atau mengantar orang ke pulau Kemaro.
Yah, biar dramatis aku berteriak kencang agar orang berkerumun menyaksikan aksi nekatku. Akan kubiarkan tim penolong memanjat menara dengan susah payah. Setelah mereka dekat, aku akan meloncat ke bawah. Tinggal pilih, ke aspal jembatan yang keras dengan kepala duluan, atau ke sungai yang menawarkan banyak kemungkinan. Ah, lebih baik ke sungai Musi. Aku hanya tinggal menunggu momen yang pas untuk terjun. Ya, penolong sudah dekat. Lalu, tanpa aba-aba, Aku meloncat bebas ke sungai, memilih pas pada sampah potongan-potongan bambu yang hanyut. Kemudian, mulut orang yang berkerumun menganga lebar melihat tubuh ringkihku meghunjam sebilah potongan bambu yang runcing, menusuk dari pantat tembus ke leher. Persis kambing guling. Sebagian orang pasti memalingkan muka, ngeri.
"Haaah, tidak kawan. Aku bukan orang bodoh yang tak punya iman. Sudah kubilang, jangan selalu kau anjurkan aku memanjat menara jembatan Ampera." Aku mengeluh panjang.
"Tolooool..., Dasar pecundang!!!"
"Cukuup.... Jangan kau sebut lagi aku pecundang. Nanti kubunuh kau." amarahku yang sudah mendingin kini kembali membara.
"Hahahahaha.... Pecundang sepertimu mana pernah punya keberanian membunuh."
"Jangan buat aku berbuat kasar. Aku sudah muak padamu."
"Selagi kau tak mau menjadi pemenang dalam kehidupan, sekaliiii saja, Saya akan tetap menyebutmu pecundang... orang kalah... kalah.... kalah," kembali Saya menyindir sambil tertawa parau.
Aku sudah tak tahan, amarahku sudah tak dapat kukendalikan. Aku masuk ke petak kost, mengambil sebilah pisau lalu kembali keluar. Petang mulai meremang. Sepi.
"Huahahahaha.... Pisau dapur tumpul!!! Kau takkan berani membunuhku. Tak berani!!! Pecundang."
"Cukup.... cukup. Aku bukan pecundang. Hah, di mana kau. Hayo jangan bersembunyi. Kau belum tahu betapa tajamnya pisau dapur yang kau anggap tumpul ini." Aku benar benar kalap.
"Hahahahaha... Saya tidak bersembunyi, pecundang. Saya di lehermu. Eiitt..., tidak. Sekarang Saya ada di pergelangan tanganmu...."
Belum selesai Saya berujar, tiba-tiba, "Hhiiiih...."
Bressss.... dengan kekuatan penuh, pisauku mencari Saya. Darah segar pun mengalir dari pergelangan tanganku.
Gelap.***
~~muaraenim,30/12/10~~
Keterangan:
Unggang: kakek
Bak: ayah
Umak: ibu
Munting: bibi, istri dari adik ibu.
Mangsak: paman, adik ibu.
Selasa, 04 Januari 2011
DEMI PURNAMA
Cerpen Pion Ratulolly[1]
Demi purnama. Demi waktu yang sempat tertahan. Kau ada dimana? Sedang aku masih setia menatap purnama kelimabelas di malam ini. Katakan kepadaku, hati siapakah yang tak berdetak kagum melihat dewi malam tengah ramah membagikan senyum pengharapan pada para penghuni alam? Di mata sejuk, di hati lembut dan di bibir decak doa senantiasa bertasbih, katamu dulu. Andai saja jarak bukan menjadi pemisah jumpa, ingin kudaki tangga langit, kudapati dewi malam, lalu bersujud langsung di hadapannya, sembari memanjatkan berjuta pohon pinta.
Syahdan, purnama naik ke tangga lima belas, di sepuluh tahun lalu. Aku bersama dirimu, istriku, sedang senang memandang bulan. Bagi kita, rembulan adalah harapan. Harapan bisa terkabul saat kedua mata kita tak pernah berkedip menyaksikan bintang jatuh di bulan purnama. Di detik itulah, kedua tangan kita tengadahkan ke langit. Sambil merapal sebuah keluhan sederhana; Duhai Sang Rembulan, percayakanlah pada kami satu saja anak Adam-Mu, untuk kami lahirkan dari rahim kasih dan sayang kami berdua. Mantra yang saban purnama kita panjatkan. Diiringi sesegukan tulusmu untuk meminta belas kasih Rembulan. Semoga Ia berkenan menjatuhkan seorang momongan dari langit malam.
“Bang!” Kuhafal benar desahan nafasmu waktu itu. Sementara aroma keringat peluhmu terasa sedikit memabukan keinginanku untuk membelaimu. Memanjakanmu mesra di atas bale-bale sambil membayangkan betapa indahnya bermain-main dengan bocah-bocah kecil keturunan kita.
“Ada apa, Adikku.Lenganku selalu kusediakan untukmu bersandar sebelum dan setelah engkau letih melantunkan doa.”
“Sepertinya aku telah kecewa pada rembulan, Bang. Selama ini, dia telah menutup kedua telinganya untuk mendengar keluh kesah kita.” Matamu nanar menatapku. Semburat senyum sangsi membekas di bibir tipismu. Aku dapat membaca kelebat durja dari sorot mata itu.
“Jangan berkata seperti itu, Sayang. Kesabaran kita sedang diuji.” Aku sedikit kecut membagikanmu sebuah senyuman sederhana. Tak seberat persoalan yang tengah kita hadapi ini.
“Seperti itu katamu dari dulu. Tak pernah berubah sepatah kata pun. Seperti rembulan yang tak pernah kunjung mengabulkan pinta kita.”
“Sayang, semua ikhtiar sudah kita lakukan. Dari tradisional maupun medis. Tetapi rupanya kita masih kurang dipercayai oleh Sang Rembulan untuk merawat anak keturunannya.”
“Harusnya kamu percaya apa kata Ama Meddo. Kita berdua tidak mandul. Kita sedang diteluh. Disihir untuk tidak punya keturunan. Buktinya, Ibu Bidan bilang rahimku sehat. Tetapi aku merasakan rahimku seperti tertusuk-tusuk jarum. Apa lagi kalau bukan teluh? ”
“Jangan berkata seperti itu, Sayang. Bersabarlah. Mungkin tidak hari ini, mungkin esok kita akan diberikan momongan.”
“Ah, selalu saja begitu. Lama-lama aku jadi tak betah. Ceraikan aku sekarang juga!”
Aku tersentak. Sebuah tombak ketakpercayaan yang tajam nian, tiba-tiba menghujam dadaku. Sakit. Pedih. Aku tak menduga jika kau akan berputus harapan seperti saat ini. Betapa sebuah gubuk rumah tangga yang selama ini telah kita bangun di atas fondasi saling pengertian harus diruntuhakan lantaran keputusasaanmu.
Dan dalam sekejap aku jadi meradang. Marah dengan segala ketaknyamananku selama ini. Jangan dikira aku juga bahagia jika tak memiliki keturunan seperti ini.
“Ya, kita cerai! Aku menceraimu dengan talak tiga.” Tanpa rencana, kalimat itu serta-merta meloncat keluar dari mulutku. Bibirku bergetar. Nafasku memburu. Mataku memerah ganas. Panas ragaku. Serasa semua ruh makhluk halus masuk ke dalam tubuhku lalu menjadikanku seolah sebuah monster yang amat mengerikan.
Tetapi tragis, sungguh sebuah drama tragedi sedang dikemas. Engkau malah terjatuh. Kejang-kejang. Tubuhmu bergetar-getar. Kusaksikan engkau sedang berperang melawan sesuatu dalam dirimu. Mulutmu meracau-racau tak jelas. Umpat, caci dan maki keluar berhamburan. Engkau kesurupan.
Aku menjadi hilang amarah sekejap. Besarnya rasa belas kasih di dalam dadaku sekejap waktu langsung mengalahkan amarahku yang sudah memuncak sebelumnya.
“Bangsat! Anjing! Aku tak akan pernah berhenti mengejarmu. Sampai ke liang lahar sekali pun. Hahaha!!!”
Ah, ada apa lagi ini? Mengapa semua harus seperti ini? Mengapa istriku yang hendak kucaraikan harus mencaci-makiku sepedis ini? Tak sekali pun aku diperlakukan serendah ini oleh istriku selama ini.
“Kau tahu, aku siapa?” Kulihat wajahmu memerah sungguh. Sinar matamu ganas menatapku penuh dendam. Sebuah dendam lama yang telah lama kau pendam.
Aku mendekatimu. Berupaya memegang telapak tangan kananmu dan menekannya. Berharap kalau ada makhluk halus yang masuk dapat kudesak keluar.
“Heiii!!!! Sedang apa kau? Kau pura-pura lupa, siapa aku?”
Aku masih berusaha sekuat tenaga menekan telapak tanganmu. Di antara ibu jari dan jari telunjukmu, kutekan lebih kuat.
“Kau masih ingat, Ina Barek, lelaki bejat?”
“Astagga!!!”
Kali ini aku semakin tersentak. Dan tanpa lagi melihatmu, aku lari meninggalkanmu. Menutup kedua telinga atas apa yang baru saja aku dengar. Aku ingin menjauh dari segala kenyataan atas apa yang baru saja terjadi. Aku berlari dengan sekuat sisas tenagaku. Sekencang mungkin. Kalau pun harus terjatuh dan mati, aku tak takut. Saat ini mati adalah pilihan yang mungkin masih lebih baik dari pada harus menghadapimu.
Dan aku harus lari. Aku harus menjauh darimu. Sebab di dirimu saat ini bukan hanya bersemayam dirimu saja, tetapi juga Ina Barek. Gadis di sebelah kampung yang ditemukan tak lagi bernyawa di pinggiran kali kampung. Ia meninggal dengan tragis karena dicekik seseorang. Tapi kasihan, ia tengah hamil. Dan tahukah kamu, istriku, anak yang dikandungnya dan dibawa mati bersamanya, adalah anakku juga. Anak yang kubenihkan di saat malam purnama. Di saat engkau tengah berdoa menanti anak dari rembulan.
*****
Demi purnama. Demi waktu yang sempat tertahan. Kau ada dimana? Sedang aku masih setia menatap purnama kelimabelas di malam ini. Katakan kepadaku, hati siapakah yang tak berdetak kagum melihat dewi malam tengah ramah membagikan senyum pengharapan pada para penghuni alam? Di mata sejuk, di hati lembut dan di bibir decak doa senantiasa bertasbih, katamu dulu. Andai jarak bukan menjadi pemisah jumpa, ingin kudaki tangga langit, kudapati dewi malam, lalu bersujud langsung di hadapannya, sembari memanjatkan berjuta pohon doa. Maafkan aku Ina Barek; perempuan pelampiasan keputusasaanku. Maafkan aku calon anakku. Maafkan aku Ina Somi, Istriku. Maafkan aku yang tak pernah letih memandang purnama.
Kupang, 04/01/2011
Jam: 13:13
[1] Pion Ratulolly, lahir pada 31 Desember 1986 di desa pesisir Lamahala, Nusa Tenggara Timur. Ia adalah peserta Mastera (Majelis Sastra Asia Tenggara) bidang Novel di Kupang. Peserta PEKSIMINAS (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) IX di Jambi. Peserta Temu Sastrawan Indonesia III di Tanjung Pinang. Menulis novel “atma” Putih Cinta Lamahala Kupang.
Demi purnama. Demi waktu yang sempat tertahan. Kau ada dimana? Sedang aku masih setia menatap purnama kelimabelas di malam ini. Katakan kepadaku, hati siapakah yang tak berdetak kagum melihat dewi malam tengah ramah membagikan senyum pengharapan pada para penghuni alam? Di mata sejuk, di hati lembut dan di bibir decak doa senantiasa bertasbih, katamu dulu. Andai saja jarak bukan menjadi pemisah jumpa, ingin kudaki tangga langit, kudapati dewi malam, lalu bersujud langsung di hadapannya, sembari memanjatkan berjuta pohon pinta.
Syahdan, purnama naik ke tangga lima belas, di sepuluh tahun lalu. Aku bersama dirimu, istriku, sedang senang memandang bulan. Bagi kita, rembulan adalah harapan. Harapan bisa terkabul saat kedua mata kita tak pernah berkedip menyaksikan bintang jatuh di bulan purnama. Di detik itulah, kedua tangan kita tengadahkan ke langit. Sambil merapal sebuah keluhan sederhana; Duhai Sang Rembulan, percayakanlah pada kami satu saja anak Adam-Mu, untuk kami lahirkan dari rahim kasih dan sayang kami berdua. Mantra yang saban purnama kita panjatkan. Diiringi sesegukan tulusmu untuk meminta belas kasih Rembulan. Semoga Ia berkenan menjatuhkan seorang momongan dari langit malam.
“Bang!” Kuhafal benar desahan nafasmu waktu itu. Sementara aroma keringat peluhmu terasa sedikit memabukan keinginanku untuk membelaimu. Memanjakanmu mesra di atas bale-bale sambil membayangkan betapa indahnya bermain-main dengan bocah-bocah kecil keturunan kita.
“Ada apa, Adikku.Lenganku selalu kusediakan untukmu bersandar sebelum dan setelah engkau letih melantunkan doa.”
“Sepertinya aku telah kecewa pada rembulan, Bang. Selama ini, dia telah menutup kedua telinganya untuk mendengar keluh kesah kita.” Matamu nanar menatapku. Semburat senyum sangsi membekas di bibir tipismu. Aku dapat membaca kelebat durja dari sorot mata itu.
“Jangan berkata seperti itu, Sayang. Kesabaran kita sedang diuji.” Aku sedikit kecut membagikanmu sebuah senyuman sederhana. Tak seberat persoalan yang tengah kita hadapi ini.
“Seperti itu katamu dari dulu. Tak pernah berubah sepatah kata pun. Seperti rembulan yang tak pernah kunjung mengabulkan pinta kita.”
“Sayang, semua ikhtiar sudah kita lakukan. Dari tradisional maupun medis. Tetapi rupanya kita masih kurang dipercayai oleh Sang Rembulan untuk merawat anak keturunannya.”
“Harusnya kamu percaya apa kata Ama Meddo. Kita berdua tidak mandul. Kita sedang diteluh. Disihir untuk tidak punya keturunan. Buktinya, Ibu Bidan bilang rahimku sehat. Tetapi aku merasakan rahimku seperti tertusuk-tusuk jarum. Apa lagi kalau bukan teluh? ”
“Jangan berkata seperti itu, Sayang. Bersabarlah. Mungkin tidak hari ini, mungkin esok kita akan diberikan momongan.”
“Ah, selalu saja begitu. Lama-lama aku jadi tak betah. Ceraikan aku sekarang juga!”
Aku tersentak. Sebuah tombak ketakpercayaan yang tajam nian, tiba-tiba menghujam dadaku. Sakit. Pedih. Aku tak menduga jika kau akan berputus harapan seperti saat ini. Betapa sebuah gubuk rumah tangga yang selama ini telah kita bangun di atas fondasi saling pengertian harus diruntuhakan lantaran keputusasaanmu.
Dan dalam sekejap aku jadi meradang. Marah dengan segala ketaknyamananku selama ini. Jangan dikira aku juga bahagia jika tak memiliki keturunan seperti ini.
“Ya, kita cerai! Aku menceraimu dengan talak tiga.” Tanpa rencana, kalimat itu serta-merta meloncat keluar dari mulutku. Bibirku bergetar. Nafasku memburu. Mataku memerah ganas. Panas ragaku. Serasa semua ruh makhluk halus masuk ke dalam tubuhku lalu menjadikanku seolah sebuah monster yang amat mengerikan.
Tetapi tragis, sungguh sebuah drama tragedi sedang dikemas. Engkau malah terjatuh. Kejang-kejang. Tubuhmu bergetar-getar. Kusaksikan engkau sedang berperang melawan sesuatu dalam dirimu. Mulutmu meracau-racau tak jelas. Umpat, caci dan maki keluar berhamburan. Engkau kesurupan.
Aku menjadi hilang amarah sekejap. Besarnya rasa belas kasih di dalam dadaku sekejap waktu langsung mengalahkan amarahku yang sudah memuncak sebelumnya.
“Bangsat! Anjing! Aku tak akan pernah berhenti mengejarmu. Sampai ke liang lahar sekali pun. Hahaha!!!”
Ah, ada apa lagi ini? Mengapa semua harus seperti ini? Mengapa istriku yang hendak kucaraikan harus mencaci-makiku sepedis ini? Tak sekali pun aku diperlakukan serendah ini oleh istriku selama ini.
“Kau tahu, aku siapa?” Kulihat wajahmu memerah sungguh. Sinar matamu ganas menatapku penuh dendam. Sebuah dendam lama yang telah lama kau pendam.
Aku mendekatimu. Berupaya memegang telapak tangan kananmu dan menekannya. Berharap kalau ada makhluk halus yang masuk dapat kudesak keluar.
“Heiii!!!! Sedang apa kau? Kau pura-pura lupa, siapa aku?”
Aku masih berusaha sekuat tenaga menekan telapak tanganmu. Di antara ibu jari dan jari telunjukmu, kutekan lebih kuat.
“Kau masih ingat, Ina Barek, lelaki bejat?”
“Astagga!!!”
Kali ini aku semakin tersentak. Dan tanpa lagi melihatmu, aku lari meninggalkanmu. Menutup kedua telinga atas apa yang baru saja aku dengar. Aku ingin menjauh dari segala kenyataan atas apa yang baru saja terjadi. Aku berlari dengan sekuat sisas tenagaku. Sekencang mungkin. Kalau pun harus terjatuh dan mati, aku tak takut. Saat ini mati adalah pilihan yang mungkin masih lebih baik dari pada harus menghadapimu.
Dan aku harus lari. Aku harus menjauh darimu. Sebab di dirimu saat ini bukan hanya bersemayam dirimu saja, tetapi juga Ina Barek. Gadis di sebelah kampung yang ditemukan tak lagi bernyawa di pinggiran kali kampung. Ia meninggal dengan tragis karena dicekik seseorang. Tapi kasihan, ia tengah hamil. Dan tahukah kamu, istriku, anak yang dikandungnya dan dibawa mati bersamanya, adalah anakku juga. Anak yang kubenihkan di saat malam purnama. Di saat engkau tengah berdoa menanti anak dari rembulan.
*****
Demi purnama. Demi waktu yang sempat tertahan. Kau ada dimana? Sedang aku masih setia menatap purnama kelimabelas di malam ini. Katakan kepadaku, hati siapakah yang tak berdetak kagum melihat dewi malam tengah ramah membagikan senyum pengharapan pada para penghuni alam? Di mata sejuk, di hati lembut dan di bibir decak doa senantiasa bertasbih, katamu dulu. Andai jarak bukan menjadi pemisah jumpa, ingin kudaki tangga langit, kudapati dewi malam, lalu bersujud langsung di hadapannya, sembari memanjatkan berjuta pohon doa. Maafkan aku Ina Barek; perempuan pelampiasan keputusasaanku. Maafkan aku calon anakku. Maafkan aku Ina Somi, Istriku. Maafkan aku yang tak pernah letih memandang purnama.
Kupang, 04/01/2011
Jam: 13:13
[1] Pion Ratulolly, lahir pada 31 Desember 1986 di desa pesisir Lamahala, Nusa Tenggara Timur. Ia adalah peserta Mastera (Majelis Sastra Asia Tenggara) bidang Novel di Kupang. Peserta PEKSIMINAS (Pekan Seni Mahasiswa Nasional) IX di Jambi. Peserta Temu Sastrawan Indonesia III di Tanjung Pinang. Menulis novel “atma” Putih Cinta Lamahala Kupang.
Senin, 13 Desember 2010
SASTRA LEMATANG ITU BERHEMBUS DARI LEMBAH SERELO





Oleh Jajang R Kawentar
Komunitas Sastra Lembah Serelo [KSLS] berada di puncak bukit Desa Pagarsari Kabupaten Lahat. Dibangun sekitar tiga tahun lalu, dimana [KSLS] ini masih kesinambungan dengan Akademi Sastra Palembang [ASAP] yang berdiri pada tahun 2005 dan [ASAP] sendiri kelanjutan dari Sanggar Air Seni [SAS] Palembang yang telah menerbitkan Antologi Puisi Catatan yang Hilang karya Anton Bae, Buku Peler Negriku, antologi Puisi Martil, antologi Puisi Silat Lidah karya Jajang R Kawentar dan antologi puisi bersama Sahabat Datang dengan Cinta karya Siswa SMA Pusri Palembang.
Anggota aktif [ASAP] Dahlia, Arimbi, Pinasti S Zuhri, Anton Bae, Pipit Hendra, dan Soufie Retorika. Beberapa orang yang juga aktif dalam aktifitas ASAP sebut saja; Handayani; Rendi Fadilah, Nurahman; Purhendi; beberapa penyair tamu: Acep Zamzam Noor, Raudal Tanjung Banua, T. Wijaya, Iwan Soekri Munaf, Efvhan Fajrullah, Bambang Suroboyo (pelukis), Ilham Khoiri (wartawan Kompas). Buku yang telah diterbitkan [ASAP] Purnama di Jembatan Ampera karya Pinasti S Zuhri, Antologi Puisi 1001 Tukang Becak Mengejarku karya Taufik Wijaya, Buku Di Balik Itu Ada Juga yang Luka karya Ocop Akar dan yang belum sempat dibukukan adalah puisi karya Syamsu Indra Usman.
Sering kali kegiatan dilakukan di Kambang Iwak Palembang sebelum berubah menjadi plaza seperti saat ini. [ASAP] masih di Palembang dan kepulannya bersama saya menjadi Komunitas Sastra Lembah Serelo di sebuah desa pinggiran yang berada di Kabupaten Lahat. Lama mencari orang yang ingin bergabung belajar mengenai sastra. Kemudian Pinasti S Zuhri dari Palembang menyusul kembali bergiat di [KSLS].
Sesungguhnya Kabupaten Lahat kaya akan sastra tuturnya, namun saat ini sastra tutur itu mengalah karena sudah banyak siaran televisi yang menggantikan ceritera sastra tutur yang biasa dituturkan penuturnya. Generasi sastra tutur itu juga sudah sulit ditemukan. Hanya gitar tunggal masih bisa dinikmati pada acara tertentu, itupun jarang. Apalagi para penulis puisi boleh dibilang tidak ada, kecuali menulis karena kebutuhan tugas atau lomba saja hal ini dikatakan ketua Dewan Kesenian Lahat, Ismeth Inonu.
[KSLS] didirikan bukan semata karena tidak adanya generasi penyair atau sastrawan akan tetapi karena keprihatinan akan seni budaya daerah atau seni tradisi yang kian tak lagi digeluti, karena faktor perubahan zaman. Setidaknya kami bisa mengungkap sejarah atau ceritera, seperti pepatah, pantun, atau silsilah puyang, aktifitas kesenian masa lampau dan selebihnya kalu ade jeme Lahat yang mau diajak menuju jalan yang benar (belajar sastra).
[KSLS] memiliki program utamanya menggairahkan kehidupan sastra daerah, cenderung mengangkat tema-tema lokal, menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa ungkapnya, cerita rakyat, dan mendokumentasikan bahasa lahat, pepatah bari dan menelusuri peninggalan seni budaya daerah. Kegiatan rutinnya berupa diskusi berbagai persoalan aktual atau bedah karya.
Selain itu [KSLS] melakukan program penerbitan, buku yang sudah diterbitkannya Antologi Puisi Bujang Bedengkang yang berisikan puisi berbahasa Lematang dengan bahasa Indonesia, karya Yudistio Ismanto, Pinasti S Zuhri dan Jajang R Kawentar. Sementara buku lain yang siap diterbitkan antologi puisi bahasa Lematang Kekibang karya Yudistio Ismanto, Antologi puisi Perampok Lembah Serelo karya Jajang R Kawentar dan Antologi cerpen Anak Kapak karya Pinasti S Zuhri.
[KSLS] tidak hanya mencipta puisi tetapi menyelenggarakan kegiatan seperti pertunjukan, Melukis Bersama dan Parade Puisi, Ngamen Puisi Wiji Thukul di beberapa sudut kota Lahat, dan baca puisi dalam rangka pengumpulan dana untuk korban Merapi dan Mentawai. Kami juga akan menyelenggarakan seminar bahasa daerah dalam membangun kareakter generasi muda. Kami yakin bahasa daerah akan menumbuhkan rasa nasionalism dan kecintaan terhadap seni budayanya.
Sebagai warga Kabupaten Lahat dan warga Indonesia yang belajar sejarah dan budaya, maka kami harus mengangkat dan mengembangkan seni budaya daerah dimana kaki dipijak dan langit dijunjung ini. Harapannya masyarakat yang tidak pernah menulis sejarah kebudayaannya maka sejak [KSLS] bergerak maka masyarakat akan memulai menulis. Hal ini kami sebut dari tradisi lisan beralih ke tradisi tulisan. Dengan demikian terjadilah perubahan mendasar dalam cara pandang masyarakat terhadap sejarah, nilai intelektual atau nilai sebuah karya. Mungkin ini adalah lebay, tetapi ini adalah mimpi yang selama ini kami pupuk, dan kami selalu berdoa dan tuhan mengabulkan doa kami ini.
Selasa, 30 November 2010
PANTUN-PANTUN SAINS FISIKA SD/SMP/SMA (MARET 2010) DAN PANTUN NASEHAT (BUNGA RAMPAI)
Oleh
Hamdi Akhsan
TOPIK 3 : GAYA
Setelah sholat kita memohon,
seperti orang bermeditasi.
Sebab buah jatuh dari pohon,
semua karena gaya gravitasi.
ke lapau mencari benang,
benang dipakai jahit kupiya.
kalau bendanya tetap tenang,
itu pertanda tiada gaya.
sepeda jatuh karena kedukan,
kedukan diambil dari selaya.
setiap benda berubah kedudukan,
karena akibat adanya gaya.
bersikat setelah makan nasi,
habis bersikat mesti berkumur.
contoh hukum aksi-reaksi,
seperti narik timba di sumur.
TOPIK : GERAK
Yasinan bersama dusun makarti,
bawa rombongan terus bertambah.
Yang membuat benda berarti,
karena ada gerak berubah.
seruling ulu ribang kemambang,
ditiup oleh bujang merasi.
siswa jangan ragu dan bimbang,
gerak jatuh bebas karena gravitasi.
jarum jam berputar-putar,
karena bandul bergetar-getar.
gerak yang bergelung seperti ular,
pasti namanya gerak melingkar.
TOPIK : VEKTOR
panglima datang memberi saran,
saran bagus bagi yang dipertuan.
skalar itu punya besaran,
kalau vektor punya besaran dan satuan.
cacing takut tergilas traktor,
bunyinya nyaring berdentum-dentum.
contoh yang bagus untuk vektor,
adalah gaya dan momentum.
ke kampus bersama naik motor,
motor diparkir biar terurus.
kalau digabung dua vektor,
carilah akar kuadrat cosinus.
BESARAN DAN SATUAN
Diawal sulit tidak mengapa,
seperti mengukir diatas batuan.
Kalau ananda belajar IPA,
dimulai dari besaran dan satuan.
berpohon satu sampai berbuah,
itulah sifat tanaman bulanan.
Besaran itu adanya dua,
ada yang pokok ada yang turunan.
di payakumbuh ada situjuh,
tempat orang membuat rokok.
besaran pokok ada tujuh,
besaran turunan anaknya pokok.
diawal hidup manusia hampa,
seperti mengukir diatas batuan.
Kalau ananda belajar IPA,
dimulai dari besaran dan satuan.
berpohon satu sampai berbuah,
itulah sifat tanaman bulanan.
Besaran itu adanya dua,
ada yang pokok ada yang turunan.
sekam dibuang tidak mengapa,
tapi jangan dibung asal.
sudahi dulu urusan IPA,
nanti urusi ilmu sosial.
PANTUN NASEHAT MARET (BUNGA RAMPAI)
Berburu rusa ke padang jati,
sambil berkemah membawa beras.
Kalau mau jadi pria sejati,
hendaklah selalu bekerja keras.
bertanam sayur di kebun jati,
itulah kerja para petani.
bukan termasuk pria sejati,
suami yang suka memukul istri
Gadis minang bernama zaleha,
merintih sakit tertusuk duri.
jangan hidup berleha-leha,
biar terjaga harga diri.
menulis buku pakailah pena,
untuk disimpan jadi kenangan
dunia ini hanyalah fana,
semua hanya untuk kesenangan.
ikan belida dimakan dara,
kurang teliti durinya lekat.
ingatlah selalu wahai saudara,
kematian telah semakin dekat.
anak nelayan pergi melaut,
berbekal dayung membawa kikir.
agar dimudahkan sakaratul maut,
basahi selalu lidah dengan zikir.
anak seriti pandai berenang,
mengajak itik untuk belajar.
agar hati selalu tenang,
bacalah quran diwaktu fajar.
anak dara mandi di ulu,
memakai sabun semerbak bunga.
adzan subuh bertalu-talu,
mengapa dikau menutup telinga.
bergantung pigura dikait paku,
membingkai foto indah warnanya.
beruntung engkau wahai saudaraku,
saat subuh bergegas menghadapNya.
anak dara ziarah ke makam,
terasa sedih meratapi diri,
air diminum rasa sekam,
nasi dimakan rasa duri.
lukisan batu dari pahatan,
dibuat seniman setiap masa.
luka yang tidak kelihatan,
darah mengalir baru terasa.
ogan kiri airnya hangat,
ogan kanan airnya dingin.
berjuang hidup harus semangat,
walaupun terhalang banyaknya ingin.
mencari obat jangan ke dukun,
carilah obat yang dibenarkan.
mencari hidup haruslah tekun,
jangan lupa kepada Tuhan.
harimau rimba raja kuasa,
didampingi gajah sebagai menteri.
siang mencari malam usaha,
untuk masa depan anak dan istri.
pagi sabtu ke tanjung sakti,
tempatnya jauh di bukit barisan.
pergi merantau berhati-hati.
jagalah lidah dan perasaan.
Inderalaya,26 November 2010
Al Faqir
Hamdi Akhsan
TOPIK 3 : GAYA
Setelah sholat kita memohon,
seperti orang bermeditasi.
Sebab buah jatuh dari pohon,
semua karena gaya gravitasi.
ke lapau mencari benang,
benang dipakai jahit kupiya.
kalau bendanya tetap tenang,
itu pertanda tiada gaya.
sepeda jatuh karena kedukan,
kedukan diambil dari selaya.
setiap benda berubah kedudukan,
karena akibat adanya gaya.
bersikat setelah makan nasi,
habis bersikat mesti berkumur.
contoh hukum aksi-reaksi,
seperti narik timba di sumur.
TOPIK : GERAK
Yasinan bersama dusun makarti,
bawa rombongan terus bertambah.
Yang membuat benda berarti,
karena ada gerak berubah.
seruling ulu ribang kemambang,
ditiup oleh bujang merasi.
siswa jangan ragu dan bimbang,
gerak jatuh bebas karena gravitasi.
jarum jam berputar-putar,
karena bandul bergetar-getar.
gerak yang bergelung seperti ular,
pasti namanya gerak melingkar.
TOPIK : VEKTOR
panglima datang memberi saran,
saran bagus bagi yang dipertuan.
skalar itu punya besaran,
kalau vektor punya besaran dan satuan.
cacing takut tergilas traktor,
bunyinya nyaring berdentum-dentum.
contoh yang bagus untuk vektor,
adalah gaya dan momentum.
ke kampus bersama naik motor,
motor diparkir biar terurus.
kalau digabung dua vektor,
carilah akar kuadrat cosinus.
BESARAN DAN SATUAN
Diawal sulit tidak mengapa,
seperti mengukir diatas batuan.
Kalau ananda belajar IPA,
dimulai dari besaran dan satuan.
berpohon satu sampai berbuah,
itulah sifat tanaman bulanan.
Besaran itu adanya dua,
ada yang pokok ada yang turunan.
di payakumbuh ada situjuh,
tempat orang membuat rokok.
besaran pokok ada tujuh,
besaran turunan anaknya pokok.
diawal hidup manusia hampa,
seperti mengukir diatas batuan.
Kalau ananda belajar IPA,
dimulai dari besaran dan satuan.
berpohon satu sampai berbuah,
itulah sifat tanaman bulanan.
Besaran itu adanya dua,
ada yang pokok ada yang turunan.
sekam dibuang tidak mengapa,
tapi jangan dibung asal.
sudahi dulu urusan IPA,
nanti urusi ilmu sosial.
PANTUN NASEHAT MARET (BUNGA RAMPAI)
Berburu rusa ke padang jati,
sambil berkemah membawa beras.
Kalau mau jadi pria sejati,
hendaklah selalu bekerja keras.
bertanam sayur di kebun jati,
itulah kerja para petani.
bukan termasuk pria sejati,
suami yang suka memukul istri
Gadis minang bernama zaleha,
merintih sakit tertusuk duri.
jangan hidup berleha-leha,
biar terjaga harga diri.
menulis buku pakailah pena,
untuk disimpan jadi kenangan
dunia ini hanyalah fana,
semua hanya untuk kesenangan.
ikan belida dimakan dara,
kurang teliti durinya lekat.
ingatlah selalu wahai saudara,
kematian telah semakin dekat.
anak nelayan pergi melaut,
berbekal dayung membawa kikir.
agar dimudahkan sakaratul maut,
basahi selalu lidah dengan zikir.
anak seriti pandai berenang,
mengajak itik untuk belajar.
agar hati selalu tenang,
bacalah quran diwaktu fajar.
anak dara mandi di ulu,
memakai sabun semerbak bunga.
adzan subuh bertalu-talu,
mengapa dikau menutup telinga.
bergantung pigura dikait paku,
membingkai foto indah warnanya.
beruntung engkau wahai saudaraku,
saat subuh bergegas menghadapNya.
anak dara ziarah ke makam,
terasa sedih meratapi diri,
air diminum rasa sekam,
nasi dimakan rasa duri.
lukisan batu dari pahatan,
dibuat seniman setiap masa.
luka yang tidak kelihatan,
darah mengalir baru terasa.
ogan kiri airnya hangat,
ogan kanan airnya dingin.
berjuang hidup harus semangat,
walaupun terhalang banyaknya ingin.
mencari obat jangan ke dukun,
carilah obat yang dibenarkan.
mencari hidup haruslah tekun,
jangan lupa kepada Tuhan.
harimau rimba raja kuasa,
didampingi gajah sebagai menteri.
siang mencari malam usaha,
untuk masa depan anak dan istri.
pagi sabtu ke tanjung sakti,
tempatnya jauh di bukit barisan.
pergi merantau berhati-hati.
jagalah lidah dan perasaan.
Inderalaya,26 November 2010
Al Faqir
PANTUN-PANTUN PEMBELAJARAN SAINS-I
PANTUN-PANTUN PEMBELAJARAN SAINS-I (1-15 MARET 2010)
(Fisika Modern,Fluida,Listrik Magnet,Momentum,Gaya, Tubuh Manusia, dan lain-lain)
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN FISIKA MODERN
Beli radio merk politron.
radio dibeli untuk didenger.
Untuk tahu prilaku elektron,
belajar persamaan Schroedinger.
lubuk dalam dirantau alai,
kesana pemancing berekreasi.
lambang garpu adalah swanilai,
karenanya harus ternormalisasi.
sang guru mengajar organisasi,
untuk pengurus osis disitu.
supaya garpunya ternormalisasi,
buat integral kuadratnya satu.
ke pasar tuan membeli peti.
untuk dipakai menyimpan beras.
kalau tuan sudah mengerti,
uraikan persamaan partikel bebas.
TOPIK : TUBUH MANUSIA.
tempe dimasak didalam wadah,
sebagai bekal berburu rusa.
tahukah ananda fungsi lidah?
sebagai alat pengecap rasa.
jauh sawah bertanamam padi,
padi ditanam dikampung bali.
jalur utama pembuluh nadi,
pembuluh balik jalur kembali.
cahaya mentari datangnya pagi,
mentari siang panas menggelitik.
cara mekanik dikunyah gigi,
memindahkan di usus gerak pristaltik.
mang ujuk makai seluar kuning,
seluar dipakai main tamia.
masuk mulut putih keluar kuning,
itu karena reaksi kimia.
kabar da'jal sudah tertentu,
akan sebarkan hawa amarah.
kalau ginjal sudah berbatu,
air kencingpun bercampur darah.
air kelapa membikin lemas,
menjadi medium malaria tumbuh.
airmata anda jadi pelumas,
melindungi dari gesekan tubuh .
hutan paling luas di kalimantan,
di hutan banyak laba-laba,
apa fungsinya tangan,
tangan berguna untuk meraba.
dihutan bernyanyi burung budbud,
bernyanyi pilu terdengar sedih.
dikepala akang dikasih rambut,
biar otak tidak mendidih.
singa gurun wataknya ganas,
raja rimba dianggap enteng.
selain untuk pelindung panas,
rambut bikin si akang ganteng.
TOPIK 3 : TUBUH MANUSIA,
suara mercon bunyinya nyaring,
dipakai untuk mengambil madu.
supaya racun bisa disaring,
diberi kita sepasang empedu.
Bertapa malam di situ gintung,
berlomba terbang si kelelawar.
betapa pentingnya guna jantung.
memompa darah masuk keluar.
pencuri di arab dihukum dera,
mata ditutup cambuk menggelegar.
fungsi dari dua panca indera.
mata melihat telinga mendengar.
ke pasar pergi membeli bubur,
bubur ditamakan pada jam tujuh.
kalau mata sudah kabur,
mamang pake kacamata jauh.
jalan kaki ke pedataran.
masuk jalan harus berjejer.
jangan tuan merasa heran,
masuk genjer keluar genjer.
terong dimasak campur tahu,
dikasih potongan daging ati.
tolong ajari mereka yang tahu,
beda sakit lever dan sakit hati.
RANTAI MAKANAN, KOMUNITAS & SIMBIOSIS.
kalau berkemah memasang tenda,
tenda dipasang di halaman.
Kalau tikus sudah tiada,
alamat dapur ibu tak aman .
membuat tapai dengan ragi,
ragi ditumbuk ditebar rata.
mengapa elang tiada lagi,
ribuan tikus habis dibunuh.
seruling kereta ada didepan,
berbunyi nyaring sampai terkejut.
saling memakan dalam kehidupan,
rantai makanan itu disebut .
seiring malam mentari redup,
seram terdengar suara burung butbut
saling untungkan antar yang hidup,
simbiosis mutualisme itu disebut.
sifat lumut di hutan basah,
hidupnya seperti hewan pemalu
sifat hidup yang getah basah,
itulah contoh tanaman benalu.
layang-layang terbang di angkasa,
menembus hujan yang memancur.
cakar elang yang perkasa,
mencabik makanan sampai hancur.
kangen kelapa diambil naik,
jatuh setandan berkaparan.
kalau tiada kerbau yang baik,
burung jalak akan kelaparan.
CIRI MAKHLUK HIDUP TERTENTU
hiasan akhlak dak pernah lekang,
memandang manusia sama rata.
Hewan yang punya tulang belakang,
mamang panggil dia VERTEBRATA.
ke pasar membeli tikar selembar,
tikar dipakai tidur anak.
kalau hewan berkuping lebar,
pasti berkembang dengan beranak.
kalau tuan pergi ke hulu,
jangan lupa membawa tikar,
kalau beranak dari dahulu
disebut dengan hewan vivivar.
ciamis tanahnya rata,
berkelok jalan ke cisarua.
ciri utama vertebrata,
berkaki empat beranak jua.
burung belibis terbang tinggi,
menembus awan ke selatan,
beruang es digolongkan lagi,
sebagai hewan pemakan ikan.
ke pasar membeli minyak samin,
habis dipakai dimasak nyonya.
kalau ada yang ganti kelamin,
hewan belut contoh makhluknya.
kalau ujian jangan mengepek,
mengepek itu jelek hasilnya.
kalau pengen makan mpek-empek,
olahlah ikan pisces kerennya.
kalau ngantuk suka menguap,
terasa ngobrol jadi lama.
kalau tuan bisa menjawab,
tolong jelaskan gunanya tuma.
TOPIK : FISIKA MODERN (LANJUTAN)
Ujian kertas membuat jengkel,
sampai dirumah dibahas lagi.
Urusan dualitas gelombang partikel,
semua bagiannya relasi de broglie.
tertabrak mobil saat maraton,
berubat mahal walau gamang.
tabrakan elektron urusan compton,
tapi pantun urusan mamang.
dunia pantun tak ada intrik,
rakyatnya senang tidak monoto.
dijelaskannya efek foto listrik,
rasanya dengan energi foton.
komik bagus pahlawan panthom,
cerita hebat jadi hiburan.
kalau anda mau tau inti atom,
pelajari rutherford punya hamburan.
membeli teve merek politron,
teve dipakai untuk menghibur.
mau tau energi elektron?
bertanya langsung pada Neils Bohr.
dikejar ngebut jery oleh Tom,
lari ngacir didalam rumah.
dimana fungsi kulit atom,
disebut bilangan kuantum utama.
Ke pasar membeli kain batik,
mendapat kain merek tetoron.
bicara bilangan kuantum magnetik,.
muncul karena orbital elektron.
nyaring suara mulut si tuli,
ditempat jauh terdengar samar.
itulah bunyi prinsip pauli,
tidak ada dua elektron sekamar.
TOPIK 10 : FISIKA MODERN .
Kala Otonomi serba pintas,
Urusan banyak di kabupaten.
Kalau bertanya tentang relativitas,
Monggo langsung ke mbah einsten.
Dari rumah berdandan keren,
membawa anak yang keseleo.
Darimana membahas fisika moderen,
mulai dari transformasi gallileo.
celoteh anak ramai dikanal.
ada kursus untuk menggambar.
contoh kenisbian waktu terkenal,
adalah kasus paradox kembar.
membaca komik pahlawan panthom,
memiliki tenaga sekuat beton,
membahas tentang struktur atom,
mulailah dari donatnya dalton.
enak rasanya pindang ikan,
ikan diasam biar kesat.
ernest ruterford sudah buktikan,
inti berkumpul dititik pusat.
bergaruk gatal karna alergi,
alergi dengan anak jangkrik.
bagaimana foton berenergi,
diterapkan pada efek fotolistrik.
TOPIK 9 : MAGNET
Mendownload data pergi ke warnet,
warnet asing untuk petani.
Secara ilmiah disebut magnet,
magnet di kampung besi berani.
kawan iblis adalah setan,
setan mengajak dengan kreatif.
kutubnya magnet utara selatan,
bukan kutub positif negatif.
manis bubur bernama dawat,
dimakan dengan gula likat.
medan magnet disekitar kawat,
dinamakan hukum biot-savart.
harum parfum abege genit,
melenggak lenggok badannya kurus.
hukum lorentz tentang magnit,
membahas tarikan kawat berarus.
ayam betina berputar genit,
dekati jago yang masih muda.
ada beberapa bentuk magnit,
jarum batang dan tapal kuda.
harapan dicapai dengan militansi,
kerja keras jadi promotor.
hambatan lilitan disebut induktansi,
kapasitansi hambatan dalam kapasitor
TOPIK: SUHU DAN KALOR,
adik menunggu di penantian,
kapan kanda pulang ke hilir.
anda bertanya tentang pengertian,
Kalor adalah panas yang mengalir.
berburu nasib di negeri hilir,
itulah alasan dak mau balek.
bagimana prinsip panas mengalir,
itulah landasan dari azas black.
saat sholat hamba bersujud,
sujud memohon sambil bertaubah.
saat benda berubah wujud,
suhunya tidak bisa berubah.
beli telor untuk dimakan,
telor dimakan dengan teratur.
besarnya kalor yg diperlukan,
tergantung massa, kalor jenis, dan temperatur.
timbang cuka ditukar behas,
behas dimasak sayur ditumis.
termo dinamika akan membahas,
topik fluida statis dan dinamis.
cemara ditanam dihutan jati,
tebang sebatang untuk digesek.
ciri utama fluida sejati,
terkena dinding tidak bergesek.
anak ulat hinggap dibahu,
terbang dibawa angin senja.
apakah alat pengukur suhu,
termometer pasti namanya.
dataran tinggi airnya tawar,
diambil dari batu menitis.
kalau panas tidak keluar,
dinamakan orang reaksi adiabatis.
lain jalan ke sukapindah,
satu jalur ke ke sungai musi.
lain lagi kalau zat berpindah,
selalu dipakai istilah konveksi.
berperahu ke ulu musi,
perahu sama warna seragam.
berikut sifat aliran konduksi,
panas mengalir melalui logam.
ke ladang pergi membawa motor,
motor di tinggal di tendikat.
kata orang barat isolator,
isolator artinya adalah penyekat.
LANJUTAN LISTRIK.
santai bersama duduk di emper,
emper dari bambu yang kuat.
satuan arus adalah amper,
satuan daya adalah watt.
kolom dan baris ciri matriks,
itu matematika yang essensial.
berapa besarnya daya listrik,
tergantung arus dan potensial.
pangeran pergi dikawal cantrik,
pergi diawal musim dingin.
gimana bentuk energi listrik,
seperti contoh kipas angin.
belajar keras dimalam sunyi,
diiringi ole suara jangkrik.
bel adalah energi bunyi,
dirubah dari energi listrik.
anak gadis berbaju abang,
sama dengan warna seluar.
arus yang masuk ke suatu cabang,
sama saja dengan arus keluar.
TOPIK 7 : LISTRIK
kerajaan penuh dengan intrik,
anak raja pindah ke hilir.
kenapa ada arus listrik,
akibat muatan yang mengalir.
berhuma padi diulu dusun,
ke ulu dusun setengah hari.
bagaimana rangkaian disusun,
rangkaian disusun paralel dan seri.
ke sumur dengan ember berpegangan,
ember dicebur dgn terbalik.
kalau bertanya sumber tegangan,
ada searah & bolak-balik.
tukang becak memasang lotere,
lotere dipasang dapat motor.
sumber listrik searah adalah batere,
sumber listrik bolak-balik generator.
diilir dusun pedataran,
tempat orang berjual piring.
supaya jangan kebakaran,
jangan lupa memasang sekering.
TOPIK VI ; GETARAN DAN GELOMBANG.
genta dibeli hari selasa,
dipakai menghibur hati yang bimbang.
Getaran itu adalah pulsa,
bila beruntun jadi gelombang.
menjadi bimbang karena kesal,
kesal kepada pemuda binal.
menjalar lurus gelombang transversal,
melebar itu longitudinal.
rahwana pergi menculik sinta,
sinta dibawa ke negeri respati.
mengapa orang jatuh cinta,
karena adanya resonansi hati.
gadis membeli pernak-pernik,
untuk dipakai supaya cantik.
gelombang radio contoh mekanik,
cahaya gelombang elektro magnetik.
dimobil baru terasa keren.
gaya seperti selebritas.
dalam kajian fisika moderen,
gelombang punya sifat dualitas.
berlari dengan kuda serenggi,
ditembak pemburu berdentum-dentum.
bagi penggemar fisika tinggi,
gelombang dibahas mekanika kuantum .
sejuk terasa air bening,
untuk mencuci benda pusaka.
supaya jangan tambah pening,
sudahi dulu pantun fisika
Inderalaya, 23 November 2010
Al Faqir
(Fisika Modern,Fluida,Listrik Magnet,Momentum,Gaya, Tubuh Manusia, dan lain-lain)
Oleh
Hamdi Akhsan
PANTUN FISIKA MODERN
Beli radio merk politron.
radio dibeli untuk didenger.
Untuk tahu prilaku elektron,
belajar persamaan Schroedinger.
lubuk dalam dirantau alai,
kesana pemancing berekreasi.
lambang garpu adalah swanilai,
karenanya harus ternormalisasi.
sang guru mengajar organisasi,
untuk pengurus osis disitu.
supaya garpunya ternormalisasi,
buat integral kuadratnya satu.
ke pasar tuan membeli peti.
untuk dipakai menyimpan beras.
kalau tuan sudah mengerti,
uraikan persamaan partikel bebas.
TOPIK : TUBUH MANUSIA.
tempe dimasak didalam wadah,
sebagai bekal berburu rusa.
tahukah ananda fungsi lidah?
sebagai alat pengecap rasa.
jauh sawah bertanamam padi,
padi ditanam dikampung bali.
jalur utama pembuluh nadi,
pembuluh balik jalur kembali.
cahaya mentari datangnya pagi,
mentari siang panas menggelitik.
cara mekanik dikunyah gigi,
memindahkan di usus gerak pristaltik.
mang ujuk makai seluar kuning,
seluar dipakai main tamia.
masuk mulut putih keluar kuning,
itu karena reaksi kimia.
kabar da'jal sudah tertentu,
akan sebarkan hawa amarah.
kalau ginjal sudah berbatu,
air kencingpun bercampur darah.
air kelapa membikin lemas,
menjadi medium malaria tumbuh.
airmata anda jadi pelumas,
melindungi dari gesekan tubuh .
hutan paling luas di kalimantan,
di hutan banyak laba-laba,
apa fungsinya tangan,
tangan berguna untuk meraba.
dihutan bernyanyi burung budbud,
bernyanyi pilu terdengar sedih.
dikepala akang dikasih rambut,
biar otak tidak mendidih.
singa gurun wataknya ganas,
raja rimba dianggap enteng.
selain untuk pelindung panas,
rambut bikin si akang ganteng.
TOPIK 3 : TUBUH MANUSIA,
suara mercon bunyinya nyaring,
dipakai untuk mengambil madu.
supaya racun bisa disaring,
diberi kita sepasang empedu.
Bertapa malam di situ gintung,
berlomba terbang si kelelawar.
betapa pentingnya guna jantung.
memompa darah masuk keluar.
pencuri di arab dihukum dera,
mata ditutup cambuk menggelegar.
fungsi dari dua panca indera.
mata melihat telinga mendengar.
ke pasar pergi membeli bubur,
bubur ditamakan pada jam tujuh.
kalau mata sudah kabur,
mamang pake kacamata jauh.
jalan kaki ke pedataran.
masuk jalan harus berjejer.
jangan tuan merasa heran,
masuk genjer keluar genjer.
terong dimasak campur tahu,
dikasih potongan daging ati.
tolong ajari mereka yang tahu,
beda sakit lever dan sakit hati.
RANTAI MAKANAN, KOMUNITAS & SIMBIOSIS.
kalau berkemah memasang tenda,
tenda dipasang di halaman.
Kalau tikus sudah tiada,
alamat dapur ibu tak aman .
membuat tapai dengan ragi,
ragi ditumbuk ditebar rata.
mengapa elang tiada lagi,
ribuan tikus habis dibunuh.
seruling kereta ada didepan,
berbunyi nyaring sampai terkejut.
saling memakan dalam kehidupan,
rantai makanan itu disebut .
seiring malam mentari redup,
seram terdengar suara burung butbut
saling untungkan antar yang hidup,
simbiosis mutualisme itu disebut.
sifat lumut di hutan basah,
hidupnya seperti hewan pemalu
sifat hidup yang getah basah,
itulah contoh tanaman benalu.
layang-layang terbang di angkasa,
menembus hujan yang memancur.
cakar elang yang perkasa,
mencabik makanan sampai hancur.
kangen kelapa diambil naik,
jatuh setandan berkaparan.
kalau tiada kerbau yang baik,
burung jalak akan kelaparan.
CIRI MAKHLUK HIDUP TERTENTU
hiasan akhlak dak pernah lekang,
memandang manusia sama rata.
Hewan yang punya tulang belakang,
mamang panggil dia VERTEBRATA.
ke pasar membeli tikar selembar,
tikar dipakai tidur anak.
kalau hewan berkuping lebar,
pasti berkembang dengan beranak.
kalau tuan pergi ke hulu,
jangan lupa membawa tikar,
kalau beranak dari dahulu
disebut dengan hewan vivivar.
ciamis tanahnya rata,
berkelok jalan ke cisarua.
ciri utama vertebrata,
berkaki empat beranak jua.
burung belibis terbang tinggi,
menembus awan ke selatan,
beruang es digolongkan lagi,
sebagai hewan pemakan ikan.
ke pasar membeli minyak samin,
habis dipakai dimasak nyonya.
kalau ada yang ganti kelamin,
hewan belut contoh makhluknya.
kalau ujian jangan mengepek,
mengepek itu jelek hasilnya.
kalau pengen makan mpek-empek,
olahlah ikan pisces kerennya.
kalau ngantuk suka menguap,
terasa ngobrol jadi lama.
kalau tuan bisa menjawab,
tolong jelaskan gunanya tuma.
TOPIK : FISIKA MODERN (LANJUTAN)
Ujian kertas membuat jengkel,
sampai dirumah dibahas lagi.
Urusan dualitas gelombang partikel,
semua bagiannya relasi de broglie.
tertabrak mobil saat maraton,
berubat mahal walau gamang.
tabrakan elektron urusan compton,
tapi pantun urusan mamang.
dunia pantun tak ada intrik,
rakyatnya senang tidak monoto.
dijelaskannya efek foto listrik,
rasanya dengan energi foton.
komik bagus pahlawan panthom,
cerita hebat jadi hiburan.
kalau anda mau tau inti atom,
pelajari rutherford punya hamburan.
membeli teve merek politron,
teve dipakai untuk menghibur.
mau tau energi elektron?
bertanya langsung pada Neils Bohr.
dikejar ngebut jery oleh Tom,
lari ngacir didalam rumah.
dimana fungsi kulit atom,
disebut bilangan kuantum utama.
Ke pasar membeli kain batik,
mendapat kain merek tetoron.
bicara bilangan kuantum magnetik,.
muncul karena orbital elektron.
nyaring suara mulut si tuli,
ditempat jauh terdengar samar.
itulah bunyi prinsip pauli,
tidak ada dua elektron sekamar.
TOPIK 10 : FISIKA MODERN .
Kala Otonomi serba pintas,
Urusan banyak di kabupaten.
Kalau bertanya tentang relativitas,
Monggo langsung ke mbah einsten.
Dari rumah berdandan keren,
membawa anak yang keseleo.
Darimana membahas fisika moderen,
mulai dari transformasi gallileo.
celoteh anak ramai dikanal.
ada kursus untuk menggambar.
contoh kenisbian waktu terkenal,
adalah kasus paradox kembar.
membaca komik pahlawan panthom,
memiliki tenaga sekuat beton,
membahas tentang struktur atom,
mulailah dari donatnya dalton.
enak rasanya pindang ikan,
ikan diasam biar kesat.
ernest ruterford sudah buktikan,
inti berkumpul dititik pusat.
bergaruk gatal karna alergi,
alergi dengan anak jangkrik.
bagaimana foton berenergi,
diterapkan pada efek fotolistrik.
TOPIK 9 : MAGNET
Mendownload data pergi ke warnet,
warnet asing untuk petani.
Secara ilmiah disebut magnet,
magnet di kampung besi berani.
kawan iblis adalah setan,
setan mengajak dengan kreatif.
kutubnya magnet utara selatan,
bukan kutub positif negatif.
manis bubur bernama dawat,
dimakan dengan gula likat.
medan magnet disekitar kawat,
dinamakan hukum biot-savart.
harum parfum abege genit,
melenggak lenggok badannya kurus.
hukum lorentz tentang magnit,
membahas tarikan kawat berarus.
ayam betina berputar genit,
dekati jago yang masih muda.
ada beberapa bentuk magnit,
jarum batang dan tapal kuda.
harapan dicapai dengan militansi,
kerja keras jadi promotor.
hambatan lilitan disebut induktansi,
kapasitansi hambatan dalam kapasitor
TOPIK: SUHU DAN KALOR,
adik menunggu di penantian,
kapan kanda pulang ke hilir.
anda bertanya tentang pengertian,
Kalor adalah panas yang mengalir.
berburu nasib di negeri hilir,
itulah alasan dak mau balek.
bagimana prinsip panas mengalir,
itulah landasan dari azas black.
saat sholat hamba bersujud,
sujud memohon sambil bertaubah.
saat benda berubah wujud,
suhunya tidak bisa berubah.
beli telor untuk dimakan,
telor dimakan dengan teratur.
besarnya kalor yg diperlukan,
tergantung massa, kalor jenis, dan temperatur.
timbang cuka ditukar behas,
behas dimasak sayur ditumis.
termo dinamika akan membahas,
topik fluida statis dan dinamis.
cemara ditanam dihutan jati,
tebang sebatang untuk digesek.
ciri utama fluida sejati,
terkena dinding tidak bergesek.
anak ulat hinggap dibahu,
terbang dibawa angin senja.
apakah alat pengukur suhu,
termometer pasti namanya.
dataran tinggi airnya tawar,
diambil dari batu menitis.
kalau panas tidak keluar,
dinamakan orang reaksi adiabatis.
lain jalan ke sukapindah,
satu jalur ke ke sungai musi.
lain lagi kalau zat berpindah,
selalu dipakai istilah konveksi.
berperahu ke ulu musi,
perahu sama warna seragam.
berikut sifat aliran konduksi,
panas mengalir melalui logam.
ke ladang pergi membawa motor,
motor di tinggal di tendikat.
kata orang barat isolator,
isolator artinya adalah penyekat.
LANJUTAN LISTRIK.
santai bersama duduk di emper,
emper dari bambu yang kuat.
satuan arus adalah amper,
satuan daya adalah watt.
kolom dan baris ciri matriks,
itu matematika yang essensial.
berapa besarnya daya listrik,
tergantung arus dan potensial.
pangeran pergi dikawal cantrik,
pergi diawal musim dingin.
gimana bentuk energi listrik,
seperti contoh kipas angin.
belajar keras dimalam sunyi,
diiringi ole suara jangkrik.
bel adalah energi bunyi,
dirubah dari energi listrik.
anak gadis berbaju abang,
sama dengan warna seluar.
arus yang masuk ke suatu cabang,
sama saja dengan arus keluar.
TOPIK 7 : LISTRIK
kerajaan penuh dengan intrik,
anak raja pindah ke hilir.
kenapa ada arus listrik,
akibat muatan yang mengalir.
berhuma padi diulu dusun,
ke ulu dusun setengah hari.
bagaimana rangkaian disusun,
rangkaian disusun paralel dan seri.
ke sumur dengan ember berpegangan,
ember dicebur dgn terbalik.
kalau bertanya sumber tegangan,
ada searah & bolak-balik.
tukang becak memasang lotere,
lotere dipasang dapat motor.
sumber listrik searah adalah batere,
sumber listrik bolak-balik generator.
diilir dusun pedataran,
tempat orang berjual piring.
supaya jangan kebakaran,
jangan lupa memasang sekering.
TOPIK VI ; GETARAN DAN GELOMBANG.
genta dibeli hari selasa,
dipakai menghibur hati yang bimbang.
Getaran itu adalah pulsa,
bila beruntun jadi gelombang.
menjadi bimbang karena kesal,
kesal kepada pemuda binal.
menjalar lurus gelombang transversal,
melebar itu longitudinal.
rahwana pergi menculik sinta,
sinta dibawa ke negeri respati.
mengapa orang jatuh cinta,
karena adanya resonansi hati.
gadis membeli pernak-pernik,
untuk dipakai supaya cantik.
gelombang radio contoh mekanik,
cahaya gelombang elektro magnetik.
dimobil baru terasa keren.
gaya seperti selebritas.
dalam kajian fisika moderen,
gelombang punya sifat dualitas.
berlari dengan kuda serenggi,
ditembak pemburu berdentum-dentum.
bagi penggemar fisika tinggi,
gelombang dibahas mekanika kuantum .
sejuk terasa air bening,
untuk mencuci benda pusaka.
supaya jangan tambah pening,
sudahi dulu pantun fisika
Inderalaya, 23 November 2010
Al Faqir
Langganan:
Postingan (Atom)